RSS

5. Warga Negara dan Negara

11 Nov

Sudahkah kita menjadi warga negara yang baik? Sudahkan kita menjalankan peranan yang baik dan benar sebagai warga suatu negara? Nah, tulisan saya kali ini adalah mengenai peranan seorang warga negara dalam suatu negara, khususnya adalah di dalam negara Kesatuan Republik Indonesia.

Indonesia adalah negara kesatuan yang berasaskan kepada hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. Kita sebagai warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk berperan dalam suatu negara. Namun peranan apa saja yang bisa kita lakukan untuk negara Indonesia kita tercinta ini? Tentunya peranan yang sesuai dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang yang ada di negara Indonesia kita tercinta ini. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.”

Seperti yang dosen PKn saya pernah bilang di kelas saya, “Kita harus menjalankan kewajiban dahulu, baru kita bisa mendapatkan hak.” Hal ini memang sudah “kodratnya” kita sebagai warga negara Indonesia yang baik untuk menjalankan kewajiban kita dengan membela negara sebagai contohnya.  Akan tetapi ada segelintir orang yang memahami membela negara dengan cara ikut berperang. Padahal peperangan sudah seharusnya dijauhkan dan dihindari oleh suatu negara. Karena cara itu bukanlah sebagai suatu tindakan untuk membela negara, tapi justru membuat kacau suatu negara. Negara kita sudah tidak lagi dijajah oleh penjajah, ya meskipun secara tidak langsung negara kita masih dijajah. Oleh karena itu, membela negara bukan hanya dengan menodongkan senjata atau bambu runcing, tetapi bisa dengan banyak hal yang lain, seperti berdiplomasi. Kegiatan mendonorkan darah, menjadi sukarelawan untuk korban bencana alam, menyumbangkan pikiran dan bahkan mengharumkan nama bangsa Indonesia di luar negeri termasuk salah satu dari sekian banyak peran dalam membela negara sebagai warga negara Indonesia yang baik.

Aksi Ganyang MalaysiaSeorang warga negara berhak membela negaranya yang sedang dicela oleh negara lain dengan cara menuntut negara yang mencela tersebut untuk segera meminta maaf. Seperti yang dilakukan oleh negara Malaysia yang menuntut pemerintah Indonesia untuk segera meminta maaf atas tindakan warganya yang melempar bendera Malaysia dengan kotoran binatang. Hal ini juga termasuk upaya membela negara. Namun perlu diketahui, warga Indonesia tersebut juga berupaya melakukan membela negara karena ulah polisi perbatasan Malaysia yang sudah sangat sering melanggar perbatasan Indonesia-Malaysia, namun mereka melakukannya dengan cara yang salah dengan melakukan demo anti-Malaysia dan melempari bendera Malaysia dengan kotoran binatang.

Hal yang perlu saya tekankan di sini adalah, dalam melakukan peranan kewajiban sebagai warga negara, tidak harus dengan cara ikut berperang atau dengan menodongkan senjata api atau bambu runcing.  Tidak pula dengan melakukan aksi demo anarkis terhadap negara lain. Masih banyak cara lain yang perlu kita lakukan untuk negara kita ini. Untuk itu kita harus berpikir panjang lagi apa yang sebaiknya kita lakukan untuk negara kita ini.

Demikianlah tulisan saya mengenai peranan seorang warga negara dalam suatu negara. Semoga tulisan saya ini bisa dipertimbangkan sebelum melakukan upaya membela negara. Mohon lebihnya saya ucapkan maaf. Terima kasih atas perhatiannya, all guys..😉

Menurut saya sendiri, untuk kasus pelemparan bendera Malaysia itu, sebenarnya Malaysia sendiri yang membuat ulah terlebih dahulu. Mereka seolah-olah tidak mau disalahkan dan dikalahkan tentang perbatasan antara Indonesia-Malaysia. Bahkan telah dilakukan berkali-kali cara berdiplomasi untuk menentukan batas wilayah laut tersebut. Namun Malaysia tetap bersih-kukuh dengan pendapatnya dan terus ingin memenangkan batas wilayah laut tersebut. Wajar warga Indonesia merasa jengkel dengan ulah negara Malaysia tersebut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, makanya mereka akhirnya melakukan demo anarkis dengan melempar kotoran binatang tersebut. Ini untuk menunjukkan rasa kekecewaan terhadap pemerintah Indonesia sekaligus ungkapan rasa jengkel terhadap ulah Malaysia itu sendiri.

 
Leave a comment

Posted by on 11 November 2010 in Tugas Kuliah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: